Cari Referensi Bisnis Apa?

Khawatirkah Anda Dengan Terjadinya Krisis Ekonomi?

Saya pernah mendengar cerita dari seorang kenalan yang habis dari salon. Waktu itu dia mengeluhkan harga dan biaya-biaya yang mesti ia keluarkan untuk perawatan dirinya di salon yang naik hampir 2 kali lipat dari biasanya, dan hal ini membuat keuangannya semakin...

Merubah Nasib Dengan Mencari Penghasilan Tambahan

Walaupun seseorang sudah memiliki sumber penghasilan (baik tetap maupun tidak tetap), sebagian dari mereka ternyata masih membutuhkan dan mencari yang namanya sumber penghasilan lain yang ingin ia dapatkan tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang. Keinginan...

Berburu Passive Income, Begitu Menggoda!

Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya aktif income, dan sebagian besar masyarakat kita mendapatkan penghasilan dari jenis aktif income ini. Di aktif income tersebut, kita akan memperoleh uang setelah kita melakukan suatu pekerjaan. Jadi kita baru akan...

Kisah Inspiratif: Belajar Dari Kisah Gadis Penari Balet

[ADSTOP]Dikisahkan ada seorang gadis muda yang memiliki bakat alami sebagai seorang penari balet. Bakat menarinya ini sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekan seusianya yang lain, sehingga seringsekali dia memperoleh juara pada pertandingan-pertandingan yang dia...

Panduan Membuat dan Menyusun Proposal Bisnis

[ADSTOP]Untuk memulai sebuah bisnis, biasanya yang pertama mesti dilakukan adalah membuat perencanaan bisnis yang baik dan biasanya ini dituangkan dalam sebuah proposal usaha. Walaupun usaha yang akan Anda rintis atau bangun tergolong usaha kecil, perencanaan usaha...

Info Dunia Usaha & Entrepreneurship Lainnya

Khawatirkah Anda Dengan Terjadinya Krisis Ekonomi?

Saya pernah mendengar cerita dari seorang kenalan yang habis dari salon. Waktu itu dia mengeluhkan harga dan biaya-biaya yang mesti ia keluarkan untuk perawatan dirinya di salon yang naik hampir 2 kali lipat dari biasanya, dan hal ini membuat keuangannya semakin menipis. Malah katanya, kredit KPR waktu itu mengalami kenaikan yang cukup tinggi. krisis keuangan dan ekonomi.

Yah, krisis keuangan seperti ini saya kira bukan hanya dialami oleh kenalan saya tersebut. Bayangkan saja, gaji seorang karyawan tidak mengalami kenaikan sementara biaya atau harga-harga yang ada dipasar naiknya bisa mencapai 2 kali lipat. Akibatnya sebagian perusahaan terpaksa harus mengurangi sebagian pekerjanya, dan ini tentunya juga berdampak buruk kepada pekerja yang bersangkutan dimana akan kehilangan pekerjaan, bahkan bisa jadi akan mengalami masalah keuangan yang cukup serius.

Supaya hal tersebut tidak terjadi pada Anda, maka menurut cerita dari beberapa orang yang berhasil melewati masa-masa krisis keuangan seperti itu, sebaiknya mulailah memikirkan adanya backup income. Backup ini bisa dari membuka usaha sendiri, memanfaatkan profesi dan keahlian Anda untuk bisa menghasilkan uang, dsb. Namun sayangnya tidak sedikit dari kita malas untuk melakukannya, dan kalaupun ingin, biasanya kita tidak punya pilihan bisnis apa yang mesti dilakukan untuk memperoleh penghasilan tambahan tersebut. Saya yakin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah atau pepatah yang mengatakan sedia payung sebelum hujan, ataukah pepatah lain yang mengatakan jangan menaruh telur dalam satu keranjang.

Tapi karena kesibukan, maka banyak dari kita yang tidak tahu mesti berbuat apa jika terjadi krisis keuangan seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Jadi mulailah memikirkan dari sekarang apa yang sebaiknya Anda lakukan jika terjadi krisis keuangan pada Anda. Tetapi jika masih belum memperoleh jawabannya atau masih tidak tahu mesti berbuat apa, silahkan ikuti saja tulisan-tulisan saya disini, karena nanti mungkin akan Anda temukan cara dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk bisa segera memiliki backup income tersebut tanpa harus mengganggu pekerjaan dan aktifitas Anda saat ini.

Bagaimana Cara Menghadapi Dan Mengatasi Krisis Ekonomi Dan Keuangan Keluarga?

Yah, krisis ekonomi dan keuangan memang tidak akan bisa hilang. Setiap orang dan negara akan selalu menghadapi yang namanya krisis ini dan Anda tidak bisa menghindarinya. Yang paling penting ketika masa krisis ini tiba adalah bagaimana Anda menghadapi krisis tersebut, karena ketika Anda berhasil mengatasi masalah Anda pada saat krisis maka Anda akan merasakan kehidupan Anda jauh lebih berarti. Dan dibawah ini adalah beberapa tips dan cara menghadapi krisis keuangan dan ekonomi jika saat ini di negara atau wilayah Anda mengalami krisis secara global.

1.Janganlah berputus asa yang menyebabkan Anda kehilangan kepercayaan pada diri sendiri, apalagi sampai meragukan diri sendiri. Sebuah kegiatan ekonomi disetiap negara memiliki siklus dan biasanya siklus ini akan berubah.

2.Punyalah tabungan untuk mengantisipasi terjadinya krisis jangka panjang sehingga Anda bisa memiliki surplus untuk menjaga saat jatuh kembali nantinya.

3.Cobalah melunasi Utang sejauh yang Anda bisa dengan tujuan untuk melindungi kredit Anda supaya tidak menumpuk, dan utang yang berbunga tinggi seperti kartu kredit sebaiknya menjadi perhatian utama Anda.

4.Anda juga bisa memanfaatkan krisis ini untuk mempertajam keterampilan atau untuk menjelajahi karir dan kegiatan baru. Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan beberapa kisah orang sukses yang justru bisa sukses karena diawalai dari sebuah krisis yang dialaminya bukan?

5.Tinjau ulang anggaran keuangan Anda dengan cara mengurangi beberapa pengeluaran yang setelah dilihat kembali tidaklah terlalu penting dan tidak/jarang Anda gunakan atau pakai. Orang yang mengalami krisis keuangan biasanya bukan dikarenakan mereka tidak memperoleh uang yang banyak tetapi biasanya dikarenakan mereka tidak menabung secara benar dan juga dikarenakan pengeluarannya yang boros.

6.Jika ingin berinvestasi, maka investasilah pada tabungan yang mudah dicairkan seperti emas batangan ataukah deposito misalnya.

7.Belajarlah untuk mulai mengalokasikan anggaran belanja Anda setiap bulan dan cobalah disiplin dengan aturan anggaran yang sudah Anda buat sendiri.

8.Jagalah juga barang-barang Anda yang ada dirumah atau yang Anda sering gunakan untuk selalu dalam kondisi baik dan terawat, karena barang-barang Anda tersebut rusak maka otomatis Anda harus mengeluarkan uang yang biasanya tak terduga untuk melakukan perbaikan (servis).Hal ini juga berlaku untuk kesehatan Anda, karena ketika Anda tiba-tiba sakit, maka Anda sudah pasti harus membutuhkan uang untuk berobat bukan? Jadi jagalah juga kesehatan dan kebugaran tubuh Anda dengan berolahraga secara teratur maupun dengan cara mengkonsumsi vitamin.

9.Punyalah backup income untuk mengantisipasi jika dalam krisis terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menyebabkan Anda harus kehilangan pekerjaan atau sumber penghasilan utama. Ada cukup banyak ide bisnis yang bisa menjadi backup income Anda, salahsatunya adalah bisnis yang berasal dari hobbi Anda misalnya.

Siapa Yang Paling Merasakan Dampak Dari Krisis Ekonomi?

Pada tulisan sebelumnya Anda bisa melihat bagaimana dampak krisis ekonomi ini bisa terjadi pada kehidupan seseorang, dan pihak yang dirugikan akibat adanya krisis keuangan biasanya tidak pandang bulu. Namun siapakah sebenarnya pihak yang paling dirugikan oleh krisis tersebut?

Menurut seseorang yang pernah saya kenal dari sebuah organisasi pengusaha independen, pihak yang paling dirugikan dari adanya krisis ekonomi ini adalah karyawan (pekerja). Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah terbiasa dengan adanya penghasilan bulanan, dan ketika penghasilan itu berhenti atau berkurang maka suka tidak suka akan bertampak pada belanja rumah tangganya. Bahkan beberapa dari mereka biasanya sudah terlanjur mengambil kredit, dan ketika penghasilan itu berhenti atau berkurang, maka kemampuan untuk membayar cicilan hutang juga ikut terhenti.

Beberapa waktu yang lalu ada seorang pemilik perusahaan yang ditanya oleh rekannya kenapa kalau terjadi krisis ekonomi sepert yang baru terjadi selalu yang dilakukan adalah pengurangan pegawai. Dari jawaban pemilik atau mantan pemilik perusahaan itulah saya baru tahu bahwa sebenarnya dari sisi pemilik usaha juga memiliki beban yang tidak kalah berat-nya dimana mesti menanggung begitu banyak beban biaya atau hutang untuk operasional usahanya. Dan dari sekian metode untuk memotong atau mengurangi biaya-biaya akibat adanya krisis tersebut, maka pengurangan pegawai biasanya adalah yang paling memungkinkan untuk dilakukan.

Jika tidak, maka biaya yang mesti dikeluarkan akan terus membengkak. Bahkan tidak sedikit pemilik usaha terpaksa mengambil uang dari kas pribadi untuk menutupi biaya-biaya operasional perusahaan yang terus membengkak. Jadi bisa disimpulkan bahwa krisis ekonomi atau keuangan tidak hanya dirasakan atau dialami oleh karyawan, tetapi juga oleh pengusaha atau pemilik perusahaan. Jadi dengan memiliki backup income seperti yang telah saya usulkan pada tulisan sebelumnya, maka saya kira krisis keuangan atau krisis ekonomi yang mungkin bisa kembali terjadi dikemudian hari bisa Anda lalui.

Kondisi keuangan seseorang tidaklah selamanya baik, terutama seperti saat krisis ekonomi dan keuangan sekarang ini. Maka seperti saran-saran para pakar, cobalah untuk melakukan penghematan. Fokuslah untuk memotong pengeluaran yang tidak terlalu perlu atau tidak penting. Cobalah untuk melihat kembali pengeluaran-pengeluaran rutin Anda, kemudian caritahu mana dari pengeluaran rutin Anda tersebut yang sangat memungkinkan untuk dikurangi atau dihilangkan. Jadi mulailah belajar dan berlatihlah untuk bisa terbiasa menjauhkan diri dari membeli hal-hal yang tidak Anda perlukan sebenarnya.